ngantuk, laper, kangen...

"ngantuk.."
"tidurlah.." gitu kata seorang yang tak kalah tengilnya denganku,
"laper.."
"makanlah..."
mendapat jawaban itu..aku memutar otak...apalagi ya..?
"kangen.."
saat itu, dia tak langsung menjawab, baru pada obrolan dengan kalimat yang sama, seseorang itu jawab..
"ya temuin lah.."

lalu beberapa malam lalu, aku ngantuk tapi nggak bisa tidur, laper tapi nggak bisa makan, kangen seseorang tapi nggak bisa nemuin.

:(

"mungkin orang bahagia itu adalah orang kalo pengen tidur bisa tidur, pengen makan bisa makan, dan kangen bisa nemuin...gitu kali ya?"
dialog ini aku lontarkan waktu makan siang di kantin belakang kantor. seorang kawan lain menjawab
"pengen ya..? bukan butuh..?"
sontak aku kaget..hem..iya ya..kenapa yang ada di otakku ini semua berbau ingin, bukan kebutuhan..? tapi ya sutra lah.

obrolan itu berlanjut sampai aku dapet hal yang baru, katanya..
"pikiran ingin didengar, badan ingin dilihat, dan hati ingin dicintai.."

masuk akal buatku. makanya blog, salon ato tempat perawatan badan sekarang jadi gaya hidup. tentang cinta ... apa selingkuh juga jadi gaya hidup ya?

tulang dan eforia,

semalem makan di sebelah warnet empo. seperti sudah menu lengkap, kalo kita makan pasti ada iringan pengrajin seni suara. kali ini, seni suara itu karya anak kecil. aku hampir tak pernah memberikan receh, atau uang, ketika seni suara itu tak layak dinikmati. tanpa pandang bulu.

aku mengangkat tangan, dan menggelengkan tanganku. lalu kulanjutkan menikmati cathy dan jupe di empat mata.

tiba-tiba dialog anak kecil dengan karyawan warung makan itu mengagetkanku..

"ada tulang ngga...ada tulang ngga...?" begitu kata anak kecil itu.
"tulang..?"
"iya tulang.."
"ada.."
"minta dong..minta.."

aku mulai bertanya-tanya, tulang?

"yaa..cuman satu ya..?"
sambil berjalan keluar, anak kecil itu melihat piring yang belum diangkat, di meja sebelahku.
"asik..ini ada tulang lagi yaa.."
anak itu pun mengambilnya...

jawaban itu masih belum muncul dikepalaku.

sambil membuka pintu warung makan itu, dia berteriak..
"asikk..dapet tulang lagi...kita makannn..."

dan hatiku pun bergejolak, untuk sesaat aku ingin melakukan sesuatu, segera...
aku segera bersyukur, dan berharap mereka memiliki kehidupan lebih baik.

***

"jadi kemane kita malem ini ndok..?"
"hem..kmane ye enaknye.."
"jalan lah..kan final piala champion"
"ow..mau ke mana emangnya"
"paling ke mcd kemang, ama anak2 kosan gw.."
"o.."
"ya kalo bapak instruktur nggak sibuk aja.."
"oke lah..ikut gw...tunggu ya..gw lagi makan di sebelah emporium.."
"oke dok..."
"oke" kututup hp esiaku.


***

di tikungan terakhir ke kemang.
"gimana kalo kita nontonnya di bandung aja?"
"oh iye tu bener.."
"iya ayo bert..brangkat kita.."
"ayuuukkkkkk bandung..."
seisi mobil mendukung, tapi si pembalap, masih urungkan niat.

untuk sesaat, aku ingat seseorang yang biasa bawel pengen ke bandung, dan selalu kecanduan keramaian. satu hal yang aku ingat, kalo orang ini pengen sesuatu, dia akan menghalalkan segala cara supaya hal itu terjadi.

"bensin gw yang tanggung, tugas lu cuman nyetir sampe bandung sebelum jam 2, kan sekarang baru jam 12" aku ketularan menghalalkan segala cara.
"ayuk dah" kata si herbert...

dan si kurus diantara gerombolan si berat pun berangkat ke bandung.

***

ohlala cafe, dago.

semua orang berdiri, berkerumun di belakang.
aku pun bertanya
"lah kita nggak jadi nonton?" saat itu pertandingan sudah dimulai 20 menit...
"seorang bayar 70 ndok.."
"emang kita ber berapa?" sesaat kuhitung ulang gerombolan anak gila. dan sesaat itu pula, penyakit menghalalkan segala caraku kumat.

***

aku baru kali itu nonton bola dalam eforia ramai. ini ya rasanya :)
setelah tendangan penalti terakhir pemain chelsea yang gagal karena kepleset, pendukung MU berteriak sorak sorai.
hanya pendukung chelsea yang diam, dan orang yang cuman pengen ikutan teriak-teriak plus supporter MU hanyut dalam kemenangan.

***

di perjalanan ke bandung dan ke jakarta, rasanya lirik lagu "ada yang hilang" membiusku dalam lamunan. malam ini pun, tulisanku terbius dalam alunan lagu itu.

bunga citra lestari, cinta sejati

"eh, gw kmaren nonton film nya bcl yang baru..."
"BCL?? ihh..nggak lepel la yaw...nonton sendiri lu?"
"ya nggak laa...bareng anak-anak kelas gw...ceritanya bagus loh.."
"yang tentang perselingkuhan itu kan..?"
"hm..menurut gw, itu film bukan tentang perselingkuhan sih, tapi perjalanan mencari cinta sejati..."
"ya tetep aja, kan si bcl itu statusnya masih pacaran..kalo diliat dari kacamata hukum hubungan antar lawan jenis, itu namanya selingkuh.."
"gw sih nggak memandang karena lakinya selingkuh, trus si bcl selingkuh juga, tapi lu perhatiin deh dialog antara stella dan elang, mereka kayanya saling mengisi, melengkapi, coba lu perhatiin dialognya stella sama lakinya...dikit dikit 'babe' .. iii...jijik gw...dah gitu hubungan mereka berdua itu penuh kepalsuan..."
"iya deyy yang cinta sejatinya BCL....."

:) gw belakangan lebih suka film indonesia...kayanya film-film indonesia sekarang mulai berani ngangkat fenomena sosial yang ada, dengan penuh kejujuran tentunya.

lagu-lagu indonesia sekarang, temanya mayoritas tentang perselingkuhan, cinta yang dipendam, atau seputar-seputar itu. ini juga fenomena sosial.

namanya orang hidup, pasti bakalan ketemu sama lawan jenis terus sampe kita mati nanti, rasa kagum terhadap lawan jenis akan muncul terus. jadi, bagimana caranya kita memupuk hubungan bagi yang udah berkomitmen, rasanya penting untuk dipelajari. fenomena sosial yang dicoba diangkat lewat film dan lagu indonesia saat ini brarti tentang ketidakmampuan kita memupuk hubungan dengan lawan jenis. ini fenomena sosialku.