May 27, 2004
U.S. Warns It's Time To Distract Everyone's Attention Again
Desperate for ways to distract the American public for the abject failure of the Bush Administration's policy of invasion and occupation in Iraq and in light of the failure of President Jesus Bush's speech to convince anyone he has any clue about what he or anyone in his Administration is doing about it, Attorney General John Ashcroft told a news conference today that al Qaeda are sure to attack the United States "sometime" in the future, citing "credible intelligence" that the bad guys are sure to be up to something bad behind our backs any day now.
"Incredible intelligence, from nearly every source known to man and our crack intelligen
Desperate for ways to distract the American public for the abject failure of the Bush Administration's policy of invasion and occupation in Iraq and in light of the failure of President Jesus Bush's speech to convince anyone he has any clue about what he or anyone in his Administration is doing about it, Attorney General John Ashcroft told a news conference today that al Qaeda are sure to attack the United States "sometime" in the future, citing "credible intelligence" that the bad guys are sure to be up to something bad behind our backs any day now.
"Incredible intelligence, from nearly every source known to man and our crack intelligen
ehehhee..kadang bingung juga mau nulis apa di blogger ini, kayaknya banyak banget yang mau diceritain tapi, kepala ini lebih banyak mikirnya dibanding tangan ngetik keyboard. Ehe, ternyata blogger juga bisa ke posting orang lain yah, nah itu buktinya ada orang lain bisa masuk ke bloggerku, tapi keren sih postingannya pake bahasa inggris. malahan ada beberapa anak yang pikir itu postinganku , jadi sekali lagi, itu bukan postingan saya, apalagi pake bahasa inggris. gw baca sih ngerti, cuman kalo suruh bikin aehueahueahuhe...ntar dulu deh ya ;p
hm...... 'capek' ........kenapa ya ?
hm...... 'capek' ........kenapa ya ?
May 20, 2004
I yearn to be in that place that offers isolation from the outside world, with a concentration on God through prayer and meditation.
I so long for the quiet, simple, contemplative life, but find myself in the midst of a demanding profession and a flurry of family, social and community activities.
I often jokingly tell my husband that I missed my calling as a nun in a contemplative order, but I know that this is of course exactly where God wants me to be.
My urge to write, to create, to express myself on all the pressing and not-so-preseing topics of the times is very strong. I realize this. I have a clear insight of this. I will set myself to writing about my conversion and what it meant, my pilgrimage through a modern world dedicated to war and destruction.
I have always thought that, beyond the depth of my new religious conviction, and its almost mystic nature (things that my brain for some reason does not allow me to comprehend fully), I am also looking for the discipline and the quiet, the forced focus that would enable me to write and write and write.
Like Merton, "What I needed was the solitude to expand in breadth and depth and to be simplified out under the gaze of God more or less the way a plant spreads out its leaves in the sun."
In prayer we seek God. We do not seek peace, quiet, tranquillity, enlightenment; we do not seek anything for ourselves. We seek to give ourselves, or, rather, we do simply give ourselves, even without attending to ourselves, so whole is our intent upon the one to whom we give: God. He is the all of our prayer. If thoughts and images and feelings careen around in our head and in our heart, little matter. We pay no attention to them. We do not seek to get rid of them any more than we seek to entertain them. As we give ourselves in our loving attention to God, we also give them to him. And let Him do with them what he wants to do with them.
And that is the point of
I so long for the quiet, simple, contemplative life, but find myself in the midst of a demanding profession and a flurry of family, social and community activities.
I often jokingly tell my husband that I missed my calling as a nun in a contemplative order, but I know that this is of course exactly where God wants me to be.
My urge to write, to create, to express myself on all the pressing and not-so-preseing topics of the times is very strong. I realize this. I have a clear insight of this. I will set myself to writing about my conversion and what it meant, my pilgrimage through a modern world dedicated to war and destruction.
I have always thought that, beyond the depth of my new religious conviction, and its almost mystic nature (things that my brain for some reason does not allow me to comprehend fully), I am also looking for the discipline and the quiet, the forced focus that would enable me to write and write and write.
Like Merton, "What I needed was the solitude to expand in breadth and depth and to be simplified out under the gaze of God more or less the way a plant spreads out its leaves in the sun."
In prayer we seek God. We do not seek peace, quiet, tranquillity, enlightenment; we do not seek anything for ourselves. We seek to give ourselves, or, rather, we do simply give ourselves, even without attending to ourselves, so whole is our intent upon the one to whom we give: God. He is the all of our prayer. If thoughts and images and feelings careen around in our head and in our heart, little matter. We pay no attention to them. We do not seek to get rid of them any more than we seek to entertain them. As we give ourselves in our loving attention to God, we also give them to him. And let Him do with them what he wants to do with them.
And that is the point of
"Ya pasti ada sesuatu yg hilang, kan slm ini hdp kamu sebag besar dihbskan di BNCC, kamu kan paling pintar cr minat br, hehehehe! sedih wajar, tapi ga boleh lama2, waktu akan menyembuhkan kok"
yah, itu sms yang aku dapet dari mamah. topik kali ini emang nggak jauh-2 deh dari senior. aghaga..lucunya, beberapa hari ini aku amatin, justru ada banyak pengurus yang lebih aktif dateng kesekret setelah jadi senior.
hari ini dapet temen baru, namanya Dian ama Fredi. yah, mereka berdua temen skripsinya Fany. tadi sore ketemu ama mereka di kost, dan kita diskusi tentang Learning Organization, sedikit KM, dan tentunya nggak jauh-2 dari hidup dan belajar. Seneng deh rasanya, dan harusnya ntar di masa depan, aku memperbanyak diskusi-2 kayak gini nih. jadi nggak kuper.
o iya, waktu kuliah seminar kita sekelompok, ada rdt, eko, vendy, wawan, pandu, dan dwi, kita semua persentasi di depan kelas. kita kelompok kedua. kelompok sebelumnya yaitu totok dkk. persentasi mereka keren banget, meyakinkan. apalagi jawaban-2 si totok. tapi mungkin anak-2 terbawa suasana kali ya, jadi sengaja tanya atau debatin hal-2 yang nggak masuk diakal.
sedangkan persentasi kita, jauh, kalo dari segi akademis. ngecap, gitu kata rdt. kalo diliat secara ilmu mungkin punya kita nggak ada apa-2nya dibanding kelompok sebelumnya. tapi aku pribadi sih mandang itu sekalian promosi buat BNCC dan ngebenerin hal-2 yang nggak bener tentang BNCC, salah satunya tentang BNCC yang katanya komersial, duit doang dll... yah tapi dalam hati orang siapa yang tau sih, ya gak ?
hm..perut laper nihh, tadi baru bangun gara-gara kelaperan, abis malem tadi lupa makan, ketiduran deh. yah, bentar lagi mau ke sekret . . . menikmati saat-2 terakhir bio cd hehehhee...
yah, itu sms yang aku dapet dari mamah. topik kali ini emang nggak jauh-2 deh dari senior. aghaga..lucunya, beberapa hari ini aku amatin, justru ada banyak pengurus yang lebih aktif dateng kesekret setelah jadi senior.
hari ini dapet temen baru, namanya Dian ama Fredi. yah, mereka berdua temen skripsinya Fany. tadi sore ketemu ama mereka di kost, dan kita diskusi tentang Learning Organization, sedikit KM, dan tentunya nggak jauh-2 dari hidup dan belajar. Seneng deh rasanya, dan harusnya ntar di masa depan, aku memperbanyak diskusi-2 kayak gini nih. jadi nggak kuper.
o iya, waktu kuliah seminar kita sekelompok, ada rdt, eko, vendy, wawan, pandu, dan dwi, kita semua persentasi di depan kelas. kita kelompok kedua. kelompok sebelumnya yaitu totok dkk. persentasi mereka keren banget, meyakinkan. apalagi jawaban-2 si totok. tapi mungkin anak-2 terbawa suasana kali ya, jadi sengaja tanya atau debatin hal-2 yang nggak masuk diakal.
sedangkan persentasi kita, jauh, kalo dari segi akademis. ngecap, gitu kata rdt. kalo diliat secara ilmu mungkin punya kita nggak ada apa-2nya dibanding kelompok sebelumnya. tapi aku pribadi sih mandang itu sekalian promosi buat BNCC dan ngebenerin hal-2 yang nggak bener tentang BNCC, salah satunya tentang BNCC yang katanya komersial, duit doang dll... yah tapi dalam hati orang siapa yang tau sih, ya gak ?
hm..perut laper nihh, tadi baru bangun gara-gara kelaperan, abis malem tadi lupa makan, ketiduran deh. yah, bentar lagi mau ke sekret . . . menikmati saat-2 terakhir bio cd hehehhee...
May 17, 2004
Kemaren aku diwisuda
tanggal itu tanggal 16 Mei, tanggal dimana aku sudah mulai diingatkan, kalo sebentar lagi sudah bukan waktuku, sudah bukan jamanku aku terlibat secara langsung. Yah, aku sudah jadi senior, secara simbolis, kemaren waktu MF ultah. Beberapa anak Internal kasih selamat, beberapa pengurus 2001, beberapa senior, beberapa pengurus 2002 dan beberapa aktivis. Aku terima ucapan selamat mereka, dan aku ucapkan hal yang sama ke anak 2001 kalo udah jadi senior, dan, bahwa tahun ini adalah tahun yang hebat, tahun yang berarti banget, minimal buatku.
Ada satu moment yang pengen aku kenang. Moment dimana aku diminta maju buat bagi pesan-kesan selama di BNCC. Tanpa persiapan, mirip impromptu, dan ternyata susah juga buat nyeritain apa yang kita alamin, susah, senang, belajar, kecewa, benci, marah, takut, bijaksana, panutan, dipandang, diremehkan, digunjingkan, dalam waktu singkat, tepatnya dalam waktu singkat diminta ceritain itu semua.
Aku sempat kebingungan juga, grogi, tapi aku coba atasi dengan guyonan, lelucon, tawa. Sedikit, nggak banyak. Terlepas dari bobotnya pesan-kesan yang aku omongin, terlepas dari efek atau nggaknya di telinga orang yang denger, terkucilkan dari membekasnya omonganku itu di dalam hati, tapi aku menikmati tatapan mata itu, pandangan yang tertuju, dan perubahan kegaduhan ruangan menjadi hening. Lalu aku akhiri pesan-kesan itu yang simple itu, secara simbolis buatku, mengakhiri kepengurusan ini.
Waktu beres-beres kursi, aku sempat ngamatin bentar, anak-anak yang biasanya bikin aku sakit hati, kecewa, menaruh harapan, bangga, selalu ringan tangan membantu, pemberontak, sok tau, manipulatif, mau menang sendiri, selalu kerja keras, pemimpin, pengikut, penggembira, teladan, sejati, malas, fokus. Aku bukan salah satu dari itu, aku adalah semua itu, aku masuk kategori itu. Keras kepala, nggak tau batas, plin-plan, cemas, gugup, nggak mau berubah. Ini juga bagianku, ini diriku. Berusaha bikin orang seneng, bikin orang terkagum-kagum, bikin orang tersentuh, bikin orang termotivasi, bikin orang berusaha ontime, berusaha bikin orang tau sebab bukan cuman akibat, berusaha terbuka, berusaha kerjasama, berusaha menerima kekecewaan yang sama.
Aku sedih, aku merasa kehilangan, aku merasa mulai bukan bagian dari keseruan itu, kebahagiaan itu, kesiangan. Lalu aku pulang. Tidur, mencoba menidurkan pikiranku dan membangunkan hatiku.
Aku bertemu, bertukar pendapat, dan memberi nasehat. Serta menerima masukan dari beberapa orang. Ada yang paham apa arti jadi senior, sebagian lagi sama sedihnya dengan aku, ada lagi yang lega, beberapa tampak biasa-biasa saja. Aku nggak berhenti disitu, aku mikir tentang hidup, dan apa yang mau aku capai, apa yang suka aku kerjain.
Sehabis kerjain bio, aku nonton satu film, rencananya cuman buat penghantar tidur, ternyata justru bikin aku makin mikir lagi tentang hidup, makna.
Ceritanya anak kecil yang belum pernah belajar main catur, tapi sempat ngeliat orang pada main catur di taman. Ternyata anak ini punya bakat. Anak ini masih kecil. Sejago-jagonya bakat anak ini dalam hal catur toh dia tetep anak kecil di dalam keluarganya, kompleks, dan kadang nggak bisa ambil keputusan sendiri, karena dinilai masih kecil, atau karena memang masih kecil.
Tapi rumus sukses itu ya udah pasti kerja keras, dilandasi suka (pake hati) bukan untung rugi (pake pikiran), bukan masalah peringkat berapa, bukan masalah menang-kalah, bukan cuman catur dan anak kecil, tapi tentang kasih sayang, tentang kehidupan, tentang keseimbangan.
Guru jalanan, yang bisa main cepet dan penuh tipuan, atau cara sekolahan yang bisa mikir strategis dalam beberapa langkah kedepan. Toh itu memang dunia yang kontras, satu cepet, satu lama. Satu resiko, satu nilai. Toh dua-duanya kepake buat juara, tapi ada timingnya sendiri-sendiri. Kalo cuman salah satu doang, pasti nggak balance, nggak akan lengkap, ngga bisa jadi juara tanpa ngatasin perasaan takut, ada saingan, atau gagal. Sampe saatnya anak kecil ini memahamin bener gimana rasanya kalah, mengecewakan dan dimarahin, trus membagi pengalaman itu dengan anak-anak lain, dengan sahabatnya,tepatnya lebih dewasa. lebih mikirin perasaan orang lain, nggak ego.
Susah dimengerti ya ? nonton filmnya, judulnya innocent move !
Selesai itu aku naik ke lantai 5. Bawa satu tumpuk kertas yang biasa aku bawa dan kadang aku tinggalin di sekret, sama satu bolpen. Pengen naik ke atas atap, tapi lebih tertarik buat berdiri sebentar memandang bulan, trus duduk. Merenung dan ngeliat bulan 'bergerak-gerak' padahal bulan itu tetep disana. Sampe akhirnya aku ambil keputusan aku nggak jadi ngeliat matahari terbenam, aku pilih turun kebawah, duduk di kursi 03, nyingkirin keyboard keatas scanner, dan menulis. Tapi toh matahari tetep terbit, meskipun aku ambil keputusan ngelakuin sesuatu yang aku suka, meskipun aku nggak mau liat matahari terbit.
Jam 6, laper, sebentar lagi mau pulang dan jadi generalis, bukan spesialis, karena aku butuh keseimbangan. Itu yang pengen aku capai, tapi nggak tau apa wujudnya ? aku cari !!!
Aku bisa mikir, bisa ambil keputusan, itu udah aku lakuin, dan menuliskannya juga. Tapi aku menyerah. Aku lebih suka 'merasakannya'. Jam 6.10 , aku bangkit, ke lantai 5 , merasakan matahari pagi.
Aku suka kabut pagi hari, udara yang terbilang lumayan bersih dibanding jam-jam yang lain. Sekarang aku tau kenapa seseorang jadi ketua. Karena dia yang paling malem pulang dari sekret, tapi paling pagi dateng ke sekret tanpa kehilangan senyumnya. Yak, babak baru sudah dimulai, Berjang !
Suka nggak suka, siap nggak siap, sedih nggak sedih, meskipun BNCC adalah yang paling 'tinggi' diantara yang lain, termasuk sekretnya yang Lt 5 (tinggi), toh aku harus naik level lagi ke proses yang lebih tinggi lagi. Dan aku harus berada di lantai paling atas, di gedung atau di tempat yang tinggi buat liat matahari pagi, nulis, atau sambil main gitar, nyanyi selepas-lepasnya, nggak peduli nyanyiannya fals, sambil pejamkan mata, dan bilang thanks to . . .
tanggal itu tanggal 16 Mei, tanggal dimana aku sudah mulai diingatkan, kalo sebentar lagi sudah bukan waktuku, sudah bukan jamanku aku terlibat secara langsung. Yah, aku sudah jadi senior, secara simbolis, kemaren waktu MF ultah. Beberapa anak Internal kasih selamat, beberapa pengurus 2001, beberapa senior, beberapa pengurus 2002 dan beberapa aktivis. Aku terima ucapan selamat mereka, dan aku ucapkan hal yang sama ke anak 2001 kalo udah jadi senior, dan, bahwa tahun ini adalah tahun yang hebat, tahun yang berarti banget, minimal buatku.
Ada satu moment yang pengen aku kenang. Moment dimana aku diminta maju buat bagi pesan-kesan selama di BNCC. Tanpa persiapan, mirip impromptu, dan ternyata susah juga buat nyeritain apa yang kita alamin, susah, senang, belajar, kecewa, benci, marah, takut, bijaksana, panutan, dipandang, diremehkan, digunjingkan, dalam waktu singkat, tepatnya dalam waktu singkat diminta ceritain itu semua.
Aku sempat kebingungan juga, grogi, tapi aku coba atasi dengan guyonan, lelucon, tawa. Sedikit, nggak banyak. Terlepas dari bobotnya pesan-kesan yang aku omongin, terlepas dari efek atau nggaknya di telinga orang yang denger, terkucilkan dari membekasnya omonganku itu di dalam hati, tapi aku menikmati tatapan mata itu, pandangan yang tertuju, dan perubahan kegaduhan ruangan menjadi hening. Lalu aku akhiri pesan-kesan itu yang simple itu, secara simbolis buatku, mengakhiri kepengurusan ini.
Waktu beres-beres kursi, aku sempat ngamatin bentar, anak-anak yang biasanya bikin aku sakit hati, kecewa, menaruh harapan, bangga, selalu ringan tangan membantu, pemberontak, sok tau, manipulatif, mau menang sendiri, selalu kerja keras, pemimpin, pengikut, penggembira, teladan, sejati, malas, fokus. Aku bukan salah satu dari itu, aku adalah semua itu, aku masuk kategori itu. Keras kepala, nggak tau batas, plin-plan, cemas, gugup, nggak mau berubah. Ini juga bagianku, ini diriku. Berusaha bikin orang seneng, bikin orang terkagum-kagum, bikin orang tersentuh, bikin orang termotivasi, bikin orang berusaha ontime, berusaha bikin orang tau sebab bukan cuman akibat, berusaha terbuka, berusaha kerjasama, berusaha menerima kekecewaan yang sama.
Aku sedih, aku merasa kehilangan, aku merasa mulai bukan bagian dari keseruan itu, kebahagiaan itu, kesiangan. Lalu aku pulang. Tidur, mencoba menidurkan pikiranku dan membangunkan hatiku.
Aku bertemu, bertukar pendapat, dan memberi nasehat. Serta menerima masukan dari beberapa orang. Ada yang paham apa arti jadi senior, sebagian lagi sama sedihnya dengan aku, ada lagi yang lega, beberapa tampak biasa-biasa saja. Aku nggak berhenti disitu, aku mikir tentang hidup, dan apa yang mau aku capai, apa yang suka aku kerjain.
Sehabis kerjain bio, aku nonton satu film, rencananya cuman buat penghantar tidur, ternyata justru bikin aku makin mikir lagi tentang hidup, makna.
Ceritanya anak kecil yang belum pernah belajar main catur, tapi sempat ngeliat orang pada main catur di taman. Ternyata anak ini punya bakat. Anak ini masih kecil. Sejago-jagonya bakat anak ini dalam hal catur toh dia tetep anak kecil di dalam keluarganya, kompleks, dan kadang nggak bisa ambil keputusan sendiri, karena dinilai masih kecil, atau karena memang masih kecil.
Tapi rumus sukses itu ya udah pasti kerja keras, dilandasi suka (pake hati) bukan untung rugi (pake pikiran), bukan masalah peringkat berapa, bukan masalah menang-kalah, bukan cuman catur dan anak kecil, tapi tentang kasih sayang, tentang kehidupan, tentang keseimbangan.
Guru jalanan, yang bisa main cepet dan penuh tipuan, atau cara sekolahan yang bisa mikir strategis dalam beberapa langkah kedepan. Toh itu memang dunia yang kontras, satu cepet, satu lama. Satu resiko, satu nilai. Toh dua-duanya kepake buat juara, tapi ada timingnya sendiri-sendiri. Kalo cuman salah satu doang, pasti nggak balance, nggak akan lengkap, ngga bisa jadi juara tanpa ngatasin perasaan takut, ada saingan, atau gagal. Sampe saatnya anak kecil ini memahamin bener gimana rasanya kalah, mengecewakan dan dimarahin, trus membagi pengalaman itu dengan anak-anak lain, dengan sahabatnya,tepatnya lebih dewasa. lebih mikirin perasaan orang lain, nggak ego.
Susah dimengerti ya ? nonton filmnya, judulnya innocent move !
Selesai itu aku naik ke lantai 5. Bawa satu tumpuk kertas yang biasa aku bawa dan kadang aku tinggalin di sekret, sama satu bolpen. Pengen naik ke atas atap, tapi lebih tertarik buat berdiri sebentar memandang bulan, trus duduk. Merenung dan ngeliat bulan 'bergerak-gerak' padahal bulan itu tetep disana. Sampe akhirnya aku ambil keputusan aku nggak jadi ngeliat matahari terbenam, aku pilih turun kebawah, duduk di kursi 03, nyingkirin keyboard keatas scanner, dan menulis. Tapi toh matahari tetep terbit, meskipun aku ambil keputusan ngelakuin sesuatu yang aku suka, meskipun aku nggak mau liat matahari terbit.
Jam 6, laper, sebentar lagi mau pulang dan jadi generalis, bukan spesialis, karena aku butuh keseimbangan. Itu yang pengen aku capai, tapi nggak tau apa wujudnya ? aku cari !!!
Aku bisa mikir, bisa ambil keputusan, itu udah aku lakuin, dan menuliskannya juga. Tapi aku menyerah. Aku lebih suka 'merasakannya'. Jam 6.10 , aku bangkit, ke lantai 5 , merasakan matahari pagi.
Aku suka kabut pagi hari, udara yang terbilang lumayan bersih dibanding jam-jam yang lain. Sekarang aku tau kenapa seseorang jadi ketua. Karena dia yang paling malem pulang dari sekret, tapi paling pagi dateng ke sekret tanpa kehilangan senyumnya. Yak, babak baru sudah dimulai, Berjang !
Suka nggak suka, siap nggak siap, sedih nggak sedih, meskipun BNCC adalah yang paling 'tinggi' diantara yang lain, termasuk sekretnya yang Lt 5 (tinggi), toh aku harus naik level lagi ke proses yang lebih tinggi lagi. Dan aku harus berada di lantai paling atas, di gedung atau di tempat yang tinggi buat liat matahari pagi, nulis, atau sambil main gitar, nyanyi selepas-lepasnya, nggak peduli nyanyiannya fals, sambil pejamkan mata, dan bilang thanks to . . .
May 05, 2004
aku bikin blog lagi. bukan karena nggak bisa menyuarakan suara hati, pengen berteriak, atau pengen bersuara tanpa diketahui orang lain. NGGAK, bukan itu, menurutku itu tantangannya nulis blog, berani nggak nulis sejujur-jujurnya sama perasaan diri sendiri ? kalo berani, suatu saat nanti, kita udah nggak butuh yang namanya blog, lagi. Tapi aku juga setuju, bahwa pada beberapa situasi tertentu, orang-orang di lingkungan kita nggak siap dengan kejujuran hati kita. Oke deh, berikut postingan pertama dari di bloggerku yang baru, http://belajarNetworking.blogspot.com , coba aja, itu blogger public kok !
beberapa waktu lalu denger Ambon kerusuhan lagi, hari ini denger di palembang ada BOM, di koran penuh sama berita capres dan cawapres yang pada kampanye, dan menyuarakan 'suara rakyat', katanya. Yah mungkin itu cara mereka, lewat jalur politik. Sedangkan aku ? sebagai seseorang yang suka dan demen Networking, blogger ini salah satu langkah yang aku tempuh buat bangsa ini. Idealis ? yah, minimal aku punya langkah nyata, karena didalem pikiranku, misal semua rakyat ini udah teredukasi dengan baik, minimal dari segi ilmu-ilmu akademis, maka aku pikir nggak akan mudah buat di provokatori. Yang bisa
menjawab hambatan geografis, ruang, atau waktu, sekarang adalah teknologi. Teknologi Internet. Makanya aku pikir, kalo di bangsa ini semua udah bisa akses internet, minimal udah ada jaringannya dulu, maka seiring berjalannya waktu, orang-orang bakalan lebih open minded, karena "everything is on the Net". Idealis ? atau Nasionalis ? gak perduli, yang pasti aku berani nunjukkin, ada yang lain yang berani berkarya juga ? mari bergabung !
buah pemikiranku di wc tadi pagi.
hm.buat fany, Administrator Blogger-ku, kalo sempat tolong "hias"-in bloggerku yang baru yah, lengkap dengan shoutbox dan commentnya, serta link managernya hihihiih...thanks berat ya fan !
beberapa waktu lalu denger Ambon kerusuhan lagi, hari ini denger di palembang ada BOM, di koran penuh sama berita capres dan cawapres yang pada kampanye, dan menyuarakan 'suara rakyat', katanya. Yah mungkin itu cara mereka, lewat jalur politik. Sedangkan aku ? sebagai seseorang yang suka dan demen Networking, blogger ini salah satu langkah yang aku tempuh buat bangsa ini. Idealis ? yah, minimal aku punya langkah nyata, karena didalem pikiranku, misal semua rakyat ini udah teredukasi dengan baik, minimal dari segi ilmu-ilmu akademis, maka aku pikir nggak akan mudah buat di provokatori. Yang bisa
menjawab hambatan geografis, ruang, atau waktu, sekarang adalah teknologi. Teknologi Internet. Makanya aku pikir, kalo di bangsa ini semua udah bisa akses internet, minimal udah ada jaringannya dulu, maka seiring berjalannya waktu, orang-orang bakalan lebih open minded, karena "everything is on the Net". Idealis ? atau Nasionalis ? gak perduli, yang pasti aku berani nunjukkin, ada yang lain yang berani berkarya juga ? mari bergabung !
buah pemikiranku di wc tadi pagi.
hm.buat fany, Administrator Blogger-ku, kalo sempat tolong "hias"-in bloggerku yang baru yah, lengkap dengan shoutbox dan commentnya, serta link managernya hihihiih...thanks berat ya fan !
buku-buku itu bilang "Aku ingin pulang"
yah, mungkin itu yang aku denger mereka teriak karena di samping meja BNCC02 berantakan.
atau karena bentar lagi lengser , jadi udah siap-siap dulu ?
atau karena pengen, organisasi ini punya library sendiri ?
hehehhe..entah karena apapun itu, yang jelas tadi sebelum pergi ke dutamas bareng si Lai, dalem hati pengen aja bawa pulang buku-buku yang selama ini aku taruh di sekret. Harapannya sih biar anak-anak ada yang tertarik, trus iseng ambil dan baca. Mungkin waktu itu aku nggak berharap kalo bakalan dirapiin , jadi ya lebih sering berantakan-nya daripada rapi-nya. Jadi inget kayak yang di film-film, kalo pas tokohnya itu pensiun, atau dipecat, atau dipindah tugaskan, atau karena pengen bikin usaha baru, trus pergi dari kantornya sambil bawa dus gede yang isinya barang-barang dia.
hm..untung tadi ada si Lai, jadi dia yang bawain buku-buku itu, meskipun agak kesusahan dikit. Belum semua, masih ada beberapa buku yang aku nggak bawa pulang, tapi alasan utama sih karena tadi nggak bisa dibawa ahahaha...
semalem liat-liat file .XLS , yah file excel yang isinya database buku-buku yang aku punya. ternyata udah nggak pernah di update lagi. dari situ baru tau, ternyata aku juga pinjem buku sama beberapa orang, dan bukuku ternyata nyaris setengahnya ada di tangan orang lain, yah itu karena dulu prinsipku, kalo emang lebih berguna di orang lain ya nggak masalah, asalkan dibaca.
Tapi itu dulu, jauh sebelum aku punya kebiasaan membaca. Sekarang agak lain, kalo pas lagi nungguin sesuatu, biasanya aku harus ada yang dibaca. Yah, kayanya itu udah jadi habbit-ku, nggak bisa disangkal ini berkat didikan Kompas-nya nyokap di Jogja.
Hm...rasanya hari ini capek banget, pengen tidur lebih awal, biar besok bisa bangun lebih pagi. Nggak kayak semalem, udah coba tidur lebih awal, ee..ternyata cuman golek-golek aja dikasur, trus dapet masukan dari si kecil kalo baca-baca aja buku kuliah, biasanya kan ngantuk. Ee..ini malah sebaliknya, tapi cuman bertahan sebentar, abis itu aku ngelakuin hal yang hampir nggak pernah aku lakuin di tahun 2004 ini, yah aku install GAME ! ehehhe..gamenya versi lama sih, AOE, masih ada yang inget ? Age of empires. emang nggak sekeren warcraft atau promisance mungkin ahhaha..tapi ya itu yang nemenin aku semalem sampe jam 6 pagi !
yah, mungkin itu yang aku denger mereka teriak karena di samping meja BNCC02 berantakan.
atau karena bentar lagi lengser , jadi udah siap-siap dulu ?
atau karena pengen, organisasi ini punya library sendiri ?
hehehhe..entah karena apapun itu, yang jelas tadi sebelum pergi ke dutamas bareng si Lai, dalem hati pengen aja bawa pulang buku-buku yang selama ini aku taruh di sekret. Harapannya sih biar anak-anak ada yang tertarik, trus iseng ambil dan baca. Mungkin waktu itu aku nggak berharap kalo bakalan dirapiin , jadi ya lebih sering berantakan-nya daripada rapi-nya. Jadi inget kayak yang di film-film, kalo pas tokohnya itu pensiun, atau dipecat, atau dipindah tugaskan, atau karena pengen bikin usaha baru, trus pergi dari kantornya sambil bawa dus gede yang isinya barang-barang dia.
hm..untung tadi ada si Lai, jadi dia yang bawain buku-buku itu, meskipun agak kesusahan dikit. Belum semua, masih ada beberapa buku yang aku nggak bawa pulang, tapi alasan utama sih karena tadi nggak bisa dibawa ahahaha...
semalem liat-liat file .XLS , yah file excel yang isinya database buku-buku yang aku punya. ternyata udah nggak pernah di update lagi. dari situ baru tau, ternyata aku juga pinjem buku sama beberapa orang, dan bukuku ternyata nyaris setengahnya ada di tangan orang lain, yah itu karena dulu prinsipku, kalo emang lebih berguna di orang lain ya nggak masalah, asalkan dibaca.
Tapi itu dulu, jauh sebelum aku punya kebiasaan membaca. Sekarang agak lain, kalo pas lagi nungguin sesuatu, biasanya aku harus ada yang dibaca. Yah, kayanya itu udah jadi habbit-ku, nggak bisa disangkal ini berkat didikan Kompas-nya nyokap di Jogja.
Hm...rasanya hari ini capek banget, pengen tidur lebih awal, biar besok bisa bangun lebih pagi. Nggak kayak semalem, udah coba tidur lebih awal, ee..ternyata cuman golek-golek aja dikasur, trus dapet masukan dari si kecil kalo baca-baca aja buku kuliah, biasanya kan ngantuk. Ee..ini malah sebaliknya, tapi cuman bertahan sebentar, abis itu aku ngelakuin hal yang hampir nggak pernah aku lakuin di tahun 2004 ini, yah aku install GAME ! ehehhe..gamenya versi lama sih, AOE, masih ada yang inget ? Age of empires. emang nggak sekeren warcraft atau promisance mungkin ahhaha..tapi ya itu yang nemenin aku semalem sampe jam 6 pagi !
spesial buat Vendy, yang lagi pengen discuss tentang 'Life'.
karena Reply Comment nya ngga cukup panjang, jadi aku tulis opiniku disini. Hidup itu
aneh, tiap hari kita dicekokin sama hal-hal yang teknis, setuju, mungkin karena di
Indonesia itu lebih berbau pengajaran akademis kali ya, sangat sedikit sekali kita
punya pendidik, dan nggak banyak juga orang tua kita yang ngajarkan gimana caranya
'hidup'. nggak bisa disalahkan sepenuhnya juga, karena masalah pendidikan di Indonesia aja
kompleks banget, apalagi masalah di keluarga kita, ya nggak ? tapi itu nggak bisa jadi
alasan. kita bisa belajar dari tempat lain kok. darimana ? bisa dari buku , bisa dari
orang-orang disekitar , bisa dari internet , dan tentunya masih banyak
komunitas-komunitas dimana kita bisa belajar tentang hidup.
misalnya kegiatan muda-mudi di gereja, atau kita jadi sukarelawan di komunitas 1001
buku yang bantu ngumpulin buku buat anak-anak yang kurang mampu, atau jadi sukarelawan
di panti jompo, atau jadi sukarelawan buat anak-anak jalanan, atau jadi sukarelawan
buat anak-anak di panti asuhan, dan masih banyak lagi komunitas-komunitas yang lain,
yang bisa bikin kita jadi mikir tentang hidup, tentunya supaya bisa memahami itu, butuh
proses yang lain lagi, karena kalo cuman ikut doang, tapi nggak mencoba memahami dan
nggak menyadari apa-apa ya bisa dibilang 'useless'.
Masa depan siapa yang tau sih ? kira-kira gitu ya, tiap kalo orang ngomongin masalah
ramalan bintang, atau ramalan yang lain, kayak shio misalnya. beberapa saat barusan,
chatting sama Indah, dan kita sempat diskus dikit tentang ramalan bintang itu. Kalo dia
sih biasanya buat ngecek doang, jadi dia pengen tau, ramalan bintang itu beneran atau
nggak. Sedangkan aku, dulu, keranjingan banget buat liat ramalan bintang yang ada di
majalah Bintang. Kalo pas ramalannya bagus, ya aku seneng, dan ngejalanin minggu itu
dengan heppy, kalo sebaliknya, aku bisa jadi bete dan nggak percaya hasil ramalan itu,
lucu yah ?
yup, itulah faktanya, bahwa orang kadang lebih suka sesuatu yang instant, pengennya
cepet keliatan perubahannya. Kayak yang barusan gw bahas sama si gowill di Yahoo
messenger. kita sama-sama lagi merasa 'asing' dan hampir 'gila', jadi pembicaraanya ya
nggak jauh-jauh dari hidup. Tentunya nyangkut juga tuh ke emotional intellegence. Si Go
bilang, ngerti dan berubah adalah suatu hal yang berbeda. Sama kayak yang aku pernah
sampein di LKMM dulu, ada beberapa proses belajar, mungkin lebih enak kalo aku sampein
langsung kali ya ? jadi gini...
ada belajar, dan belajar tentang. untuk njelasin dua konsep itu aku ambil analogi
motor. Belajar tentang, kalo belajar tentang itu bisa dilakukan di ruangan, tanpa ada
motor, gimana caranya ? ya baca buku tentang mengendarai motor itu gimana, atau nonton
video, atau ngobrol sama pembalap misalnya. jadi kita samasekali nggak nyentuh motor.
cuman teori aja. bisa jadi kita ngerti dan sangat paham sekali, karena itu 'cuman'
knowledge (pengetahuan).
belajar naik motor adalah proses yang lain. ini adalah bagian praktek. kita naik motor,
tabrak kanan-kiri, nyungsep di aspal kalo perlu, tapi yang jelas harus ada motornya,
dan kita harus bener-bener praktekin naik motor itu gimana, sampe kita bisa dan ahli
mengendarai motor kayak Valentino Rossi misalnya. jadi dimensinya adalah skill
(ketrampilan). Selanjutnya, skill ini bisa ada 2 hal, technical skill (komputer,
networking, php, atau director) ataupun softskill (kemampuan ngomong, berhubungan
dengan orang, leadership, dll).
nah itu dia, kalo kita bicara tentang ilmu cuman ada dimensi dua itu doang, makanya
sering orang ngomong ada jenjang, ada jurang antara teori dan praktek. Tapi gimana kalo
kita ngomong tentang manusia ? tentang hidup ? yah, ada dimensi lain, yaitu belajar menjadi.
maksudku gini, sampe tahap tertentu, kita bisa ngajarin monyet atau lumba-lumba *yang
katanya mamalia terpintar selain manusia*, untuk main sirkus, atau bisa ngurangin dan
nambahin bilangan. atau bisa ngajarin 'Lassie' untuk ngelakuin banyak hal, atau bikin
si 'buddy' *film Air Bud* untuk beratraksi dan bikin kita terkagum-kagum dengan
kemampuannya. tapi kita nggak akan pernah bisa ngajarin monyet untuk menjadi dirinya
sendiri, kita nggak akan bisa ngajarin monyet untuk memonyetkan dirinya. Monyet nggak
akan bisa kumpul bareng trus bebagi pengalaman tentang hidup.
Makanya, jadi manusia itu lebih enak, karena ada dimensi yang ketiga. yaitu belajar
menjadi. belajar menjadi apa ? karena konteksnya kita bicara tentang manusia, berarti
kita bisa belajar tentang manusia *biologi, antropologi, emosional intellegence,
merubah habbit*, kita bisa belajar teori. tapi itu kita baru belajar teori, butuh
ketrampilan yang lain untuk menguasai itu, gimana caranya motivasi diri, gimana caranya
ngilangin pikiran negatif, gimana caranya memaafkan. Ironisnya, masih ada dimensi
ketiga, dimana kadang kita sangat sulit sekali menjadi diri kita sendiri, hidup pake
topeng, pake baju yang keren-keren tapi nggak sesuai sama kita, pake potongan rambut
yang lagi in tapi nggak sesuai sama kita, pake HP paling baru, pake mobil yang keren,
sering boong dan nggak jujur, karena kita pengen diterima sama orang lain, karena kita
pengen orang lain tau bahwa kita ada.
Serigkali kita nggak mau, atau menolak menjadi diri kita sendiri, karena berbagai macam
tetek bengek itu. dan buntutnya ? kita makin terperosok dalam ke nggak pedean kita
dalam bergaul, kita makin nggak punya motivasi dalam hidup, lebih milih sendirian
didalem kamar, gulet sana sini dikasur, makan, tidur, nonton vcd dll...karena apa ?
karena kita pengen cara yang gampang, karena kita manusia dan kadang memakai alasan
'manusiawi' , menolak untuk berusaha berubah, karena males atau karena merasa kita
sudah 'cukup banyak' berusaha.
apa yang aku tulis diatas, aku dapetin dari buku Menjadi Manusia Pembelajar-nya Andrias
Harefa, salah satu sosok yang aku kagumin. apa yang aku tulis diatas bisa jadi
terdengar teoritis, tapi faktanya aku suka nulis dan berbagi pemikiran kayak gini. yah
moga-moga aja ada yang berguna dan nyerempet-nyerempet dikit di hati. Moga-moga
berguna, dan bisa buka pikiran orang lain yang 'mampir' dan baca, bukan sekedar
melihat.
Ven, tentang buku itu, aku seneng banget buku itu bisa berguna, dan aku juga seneng
banget udah dikasih kesempatan, sekali lagi, untuk ngelakuin yang aku suka, dan berbagi
pemikiran. oke, aku tunggu diskusi kita selanjutnya.
buat go will, kapan nih kita ******** bareng di lantai 5 sekret atau di lincak depan
kost gw ? ahahha...just let me know yah ! buat Indah, kapanpun mau ajarin bikin blog,
kasih tau yah !
buat duff, harusnya gw yang pertama isi shoutboxnya Vendy,
hiks..hiks...gw jadi orang kedua ya . . . hiks... memang 'aku bukan pilihan' .
hm..oke deh, udah mau jam dua, lagi pengen mau berubah pola hidup jadi lebih selaras
sama matahari, bukan sama bulan, sori ya bulan, bukannya aku nggak suka bersahabat sama
kamu, tapi aku lagi pengen belajar jaga keseimbangan hidup, ga papa kan ? thanks to...
karena Reply Comment nya ngga cukup panjang, jadi aku tulis opiniku disini. Hidup itu
aneh, tiap hari kita dicekokin sama hal-hal yang teknis, setuju, mungkin karena di
Indonesia itu lebih berbau pengajaran akademis kali ya, sangat sedikit sekali kita
punya pendidik, dan nggak banyak juga orang tua kita yang ngajarkan gimana caranya
'hidup'. nggak bisa disalahkan sepenuhnya juga, karena masalah pendidikan di Indonesia aja
kompleks banget, apalagi masalah di keluarga kita, ya nggak ? tapi itu nggak bisa jadi
alasan. kita bisa belajar dari tempat lain kok. darimana ? bisa dari buku , bisa dari
orang-orang disekitar , bisa dari internet , dan tentunya masih banyak
komunitas-komunitas dimana kita bisa belajar tentang hidup.
misalnya kegiatan muda-mudi di gereja, atau kita jadi sukarelawan di komunitas 1001
buku yang bantu ngumpulin buku buat anak-anak yang kurang mampu, atau jadi sukarelawan
di panti jompo, atau jadi sukarelawan buat anak-anak jalanan, atau jadi sukarelawan
buat anak-anak di panti asuhan, dan masih banyak lagi komunitas-komunitas yang lain,
yang bisa bikin kita jadi mikir tentang hidup, tentunya supaya bisa memahami itu, butuh
proses yang lain lagi, karena kalo cuman ikut doang, tapi nggak mencoba memahami dan
nggak menyadari apa-apa ya bisa dibilang 'useless'.
Masa depan siapa yang tau sih ? kira-kira gitu ya, tiap kalo orang ngomongin masalah
ramalan bintang, atau ramalan yang lain, kayak shio misalnya. beberapa saat barusan,
chatting sama Indah, dan kita sempat diskus dikit tentang ramalan bintang itu. Kalo dia
sih biasanya buat ngecek doang, jadi dia pengen tau, ramalan bintang itu beneran atau
nggak. Sedangkan aku, dulu, keranjingan banget buat liat ramalan bintang yang ada di
majalah Bintang. Kalo pas ramalannya bagus, ya aku seneng, dan ngejalanin minggu itu
dengan heppy, kalo sebaliknya, aku bisa jadi bete dan nggak percaya hasil ramalan itu,
lucu yah ?
yup, itulah faktanya, bahwa orang kadang lebih suka sesuatu yang instant, pengennya
cepet keliatan perubahannya. Kayak yang barusan gw bahas sama si gowill di Yahoo
messenger. kita sama-sama lagi merasa 'asing' dan hampir 'gila', jadi pembicaraanya ya
nggak jauh-jauh dari hidup. Tentunya nyangkut juga tuh ke emotional intellegence. Si Go
bilang, ngerti dan berubah adalah suatu hal yang berbeda. Sama kayak yang aku pernah
sampein di LKMM dulu, ada beberapa proses belajar, mungkin lebih enak kalo aku sampein
langsung kali ya ? jadi gini...
ada belajar, dan belajar tentang. untuk njelasin dua konsep itu aku ambil analogi
motor. Belajar tentang, kalo belajar tentang itu bisa dilakukan di ruangan, tanpa ada
motor, gimana caranya ? ya baca buku tentang mengendarai motor itu gimana, atau nonton
video, atau ngobrol sama pembalap misalnya. jadi kita samasekali nggak nyentuh motor.
cuman teori aja. bisa jadi kita ngerti dan sangat paham sekali, karena itu 'cuman'
knowledge (pengetahuan).
belajar naik motor adalah proses yang lain. ini adalah bagian praktek. kita naik motor,
tabrak kanan-kiri, nyungsep di aspal kalo perlu, tapi yang jelas harus ada motornya,
dan kita harus bener-bener praktekin naik motor itu gimana, sampe kita bisa dan ahli
mengendarai motor kayak Valentino Rossi misalnya. jadi dimensinya adalah skill
(ketrampilan). Selanjutnya, skill ini bisa ada 2 hal, technical skill (komputer,
networking, php, atau director) ataupun softskill (kemampuan ngomong, berhubungan
dengan orang, leadership, dll).
nah itu dia, kalo kita bicara tentang ilmu cuman ada dimensi dua itu doang, makanya
sering orang ngomong ada jenjang, ada jurang antara teori dan praktek. Tapi gimana kalo
kita ngomong tentang manusia ? tentang hidup ? yah, ada dimensi lain, yaitu belajar menjadi.
maksudku gini, sampe tahap tertentu, kita bisa ngajarin monyet atau lumba-lumba *yang
katanya mamalia terpintar selain manusia*, untuk main sirkus, atau bisa ngurangin dan
nambahin bilangan. atau bisa ngajarin 'Lassie' untuk ngelakuin banyak hal, atau bikin
si 'buddy' *film Air Bud* untuk beratraksi dan bikin kita terkagum-kagum dengan
kemampuannya. tapi kita nggak akan pernah bisa ngajarin monyet untuk menjadi dirinya
sendiri, kita nggak akan bisa ngajarin monyet untuk memonyetkan dirinya. Monyet nggak
akan bisa kumpul bareng trus bebagi pengalaman tentang hidup.
Makanya, jadi manusia itu lebih enak, karena ada dimensi yang ketiga. yaitu belajar
menjadi. belajar menjadi apa ? karena konteksnya kita bicara tentang manusia, berarti
kita bisa belajar tentang manusia *biologi, antropologi, emosional intellegence,
merubah habbit*, kita bisa belajar teori. tapi itu kita baru belajar teori, butuh
ketrampilan yang lain untuk menguasai itu, gimana caranya motivasi diri, gimana caranya
ngilangin pikiran negatif, gimana caranya memaafkan. Ironisnya, masih ada dimensi
ketiga, dimana kadang kita sangat sulit sekali menjadi diri kita sendiri, hidup pake
topeng, pake baju yang keren-keren tapi nggak sesuai sama kita, pake potongan rambut
yang lagi in tapi nggak sesuai sama kita, pake HP paling baru, pake mobil yang keren,
sering boong dan nggak jujur, karena kita pengen diterima sama orang lain, karena kita
pengen orang lain tau bahwa kita ada.
Serigkali kita nggak mau, atau menolak menjadi diri kita sendiri, karena berbagai macam
tetek bengek itu. dan buntutnya ? kita makin terperosok dalam ke nggak pedean kita
dalam bergaul, kita makin nggak punya motivasi dalam hidup, lebih milih sendirian
didalem kamar, gulet sana sini dikasur, makan, tidur, nonton vcd dll...karena apa ?
karena kita pengen cara yang gampang, karena kita manusia dan kadang memakai alasan
'manusiawi' , menolak untuk berusaha berubah, karena males atau karena merasa kita
sudah 'cukup banyak' berusaha.
apa yang aku tulis diatas, aku dapetin dari buku Menjadi Manusia Pembelajar-nya Andrias
Harefa, salah satu sosok yang aku kagumin. apa yang aku tulis diatas bisa jadi
terdengar teoritis, tapi faktanya aku suka nulis dan berbagi pemikiran kayak gini. yah
moga-moga aja ada yang berguna dan nyerempet-nyerempet dikit di hati. Moga-moga
berguna, dan bisa buka pikiran orang lain yang 'mampir' dan baca, bukan sekedar
melihat.
Ven, tentang buku itu, aku seneng banget buku itu bisa berguna, dan aku juga seneng
banget udah dikasih kesempatan, sekali lagi, untuk ngelakuin yang aku suka, dan berbagi
pemikiran. oke, aku tunggu diskusi kita selanjutnya.
buat go will, kapan nih kita ******** bareng di lantai 5 sekret atau di lincak depan
kost gw ? ahahha...just let me know yah ! buat Indah, kapanpun mau ajarin bikin blog,
kasih tau yah !
buat duff, harusnya gw yang pertama isi shoutboxnya Vendy,
hiks..hiks...gw jadi orang kedua ya . . . hiks... memang 'aku bukan pilihan' .
hm..oke deh, udah mau jam dua, lagi pengen mau berubah pola hidup jadi lebih selaras
sama matahari, bukan sama bulan, sori ya bulan, bukannya aku nggak suka bersahabat sama
kamu, tapi aku lagi pengen belajar jaga keseimbangan hidup, ga papa kan ? thanks to...
May 04, 2004
hari ini, ngapain aja yah ? hm..let me see...
bangun tadi jam 2 siang, trus inget kalo janji ketemu si cia di tempat conan buat bahas AD/ART. abis itu pulang, mandi, dibeliin makan sama si kecil. Si cia dateng, trus si go will juga dateng. yah, tadi sempat ngobrol sebentar, dan nyanyi-2 meskipun gitar fals *bukan suara gw yang fals*. Rencananya mau nginep, udah ke sekret tuh, ngobrol bentar dibawah sama anak-anak, trus naik keatas buat bikin laporan-laporan yang tertunda.
laper, trus makan bareng sama si kecil. sempat 'muter sekali', abis itu ada niat buat ngerubah pola tidur yang selama ini balik. yah, sampe di kost, nyalain komputer, buka email, sambil ketik blog.
hm...nothing spesial today, kecuali bagian 'makan bareng' sama si kecil, sampe-sampe dia tanya gw belajar ngomong kayak gitu dari siapa.
cukup adalah cukup, besok bangun pagi dan 'back to life', simple !
bangun tadi jam 2 siang, trus inget kalo janji ketemu si cia di tempat conan buat bahas AD/ART. abis itu pulang, mandi, dibeliin makan sama si kecil. Si cia dateng, trus si go will juga dateng. yah, tadi sempat ngobrol sebentar, dan nyanyi-2 meskipun gitar fals *bukan suara gw yang fals*. Rencananya mau nginep, udah ke sekret tuh, ngobrol bentar dibawah sama anak-anak, trus naik keatas buat bikin laporan-laporan yang tertunda.
laper, trus makan bareng sama si kecil. sempat 'muter sekali', abis itu ada niat buat ngerubah pola tidur yang selama ini balik. yah, sampe di kost, nyalain komputer, buka email, sambil ketik blog.
hm...nothing spesial today, kecuali bagian 'makan bareng' sama si kecil, sampe-sampe dia tanya gw belajar ngomong kayak gitu dari siapa.
cukup adalah cukup, besok bangun pagi dan 'back to life', simple !
May 03, 2004
seenak-enaknya rokok, pasti akan abis juga.
seenak-enaknya indomie goreng plus telor setengah mateng plus kornet, pasti akan habis juga.
seenak-enaknya juice mangga, pasti akan abis juga.
seenak-enaknya cappucino, pasti akan abis juga.
seenak-enaknya nulis, pasti akan ada 'titik' juga.
seenak-enaknya jadi ketua, pasti bakalan lengser juga.
seenak-enaknya orang idup, pasti bakalan **** juga.
seenak-enaknya indomie goreng plus telor setengah mateng plus kornet, pasti akan habis juga.
seenak-enaknya juice mangga, pasti akan abis juga.
seenak-enaknya cappucino, pasti akan abis juga.
seenak-enaknya nulis, pasti akan ada 'titik' juga.
seenak-enaknya jadi ketua, pasti bakalan lengser juga.
seenak-enaknya orang idup, pasti bakalan **** juga.
May 02, 2004
spesial buat wie-2 yang udah request tulisan ;P
aku pake prinsip ekonomi, mungkin aku salah memahami prinsip itu, yah aku ujian terakhir buat MID kali ini, tadi siang, ujian teknik kompilasi, maksudnya aku mulai belajar jam 11 siang, sedangkan ujian jam 1 siang, dan aku mengharapkan hasil sebesar-besarnya, dengan usaha seminimal mungkin. ternyata, hasilnya nggak sesuai dengan prinsip ekonomi yang terkenal itu, atau mungkin aku salah memahaminya.
abis itu sempat ngobrol bentar ama conan dan felix, kebetulan ada andry juga, tentang kepengurusan depan. yah, belakangan emang ada beberapa pemikiran, dan butuh beberapa orang untuk jadi jembatan, untuk jadi motor penggerak.
sebelum itu, ada satu hal yang bisa dibilang sangat menyentuh, tapi pengen bikin ketawa, jadi ada temenku satu, dulu dia kost di PPA juga, pas ketemu, aku liat dia sekarang makin 'gaul', dan dia tanya tentang satu orang ce yang asalnya dari jogja. Dia minta dikenalin, katanya udah nunggu selama 3 minggu, dan penantian itu bener-bener membuatnya menderita, soalnya 2 minggu pertama ini cewek-yang notabene lumayan aku kenal-itu ikut kelas metnumnya temenku itu, ee begitu mau dikenalin pas minggu ketiga, ternyata temenku yang cewek itu ngga ikutan 'nyelundup' lagi ehhehe..jadi ya, dia kayak cacing kepanasan.
awalnya aku sempat heran juga, waktu dia begitu ngebet minta dikenalin. aku aja sampe bingung, mau kenalinnya gimana, abisnya ada request biar dia keliatan agak sedikit cool, dan jaga 'gengsi' atau 'jual mahal' . . . hm..nah loh..jadi malah aku yang deg-deg an, soalnya ngga ngerti mau kenalinnya gimana. sampe-sampe mesti nanya sama si R waktu itu, di depan Hall Syahdan.
yah, buat temanku itu, hm..aku dukung kamu deh. sama kayak donnie, dukung doneeh.com untuk cari donatur !
pulang dari kampus, aku buru-buru ke kamar, dan bersih-bersih dikit yah, minimal sapu-sapu kek, soalnya ada temen pengajar BNCC mau dateng, dan tuker pikiran. ternyata kuri juga dateng, kabar baiknya, dia bilang, "tenang aja ndoch, perkembangan bio bagus kok"
hm..percaya nggak percaya, begitu denger kabar ini, bisa dibilang kabar terindah yang aku denger bukan cuman hari ini, mungkin minggu ini kali ya ?
pembicaraan itu dimulai, pendapatku yang pertama, tentang 'cara' menyampaikan pendapat, atau unek-unek, atau suasana di BNCC, bahwa terkadang, sampe sekarang aku juga nggak tau yang mana yang duluan, entah ayam atau telor, 'someone' dan 'something'. Kadang bisa jadi karena ada 'someone' dulu, baru dia komentar tentang 'something' , kadang juga bisa terjadi karena ada 'something' dulu , baru ada 'someone' yang ambil peranan untuk menyuarakan suasana itu. Jadi aku lebih ngeliat ke 'someone' dan 'something'-nya itu, bukan pada cara, atau kegundahan hati orang banyak tentang bener atau nggaknya cara yang, temenku itu lakukan.
kita jadi ngomongin BNCC, hidup, masa kecil, dan juga tujuan hidup. asik juga, bisa dapetin kepercayaan orang buat ngobrol, berbagi tentang sesuatu yang personal. ke temenku ini, aku juga cerita, bahwa di BNCC aku pernah mengalami 'sensasi' , bahwa aku mau semua orang yang punya masalah , harus dateng ke aku , dan kita bicarain tentang masalah itu. Setelah dipikir-pikir lagi , itu karena aku kemakan hukum 'terlalu' , jadi gini , orang butuh makan, tapi kalo terlalu banyak makan ya bisa muntah , dan kalo nggak makan sama sekali ya nggak bagus juga. intinya sih semua hal yang 'terlalu' banyak itu , kurang bagus, karena nggak balance.
rada maleman dikit, aku cukup dikagetin, dengan pendapat-pendapatnya anak DKV dari lampung, yang kostnya di depan kostku. pribadi yang cukup unik, lagi-lagi pembicaraan kita emang berkisar tentang hidup dan filsafat hidup. sayangnya pembicaraan yang menarik itu harus di stop, karena aku janji buat anterin mbak esti buat ambil motor di gambir.
pulang dari situ, mampir ke sekret bentar, ketemu anak-anak 2003 yang lagi kebersamaan. yah, taun depan kan mereka akan kerja bareng , dan mereka bakal butuh satu hal itu, yang namanya 'kebersamaan' , mungkin bisa dibilang mereka ngga butuh keajaiban , mereka butuh kebersamaan.
ide buat keluarin 'lincak' barunya rings , ternyata sempat membuat suasana juga, sayangnya pembicaraannya kurang terarah, jadi mungkin moment nya bagus, tapi sayangnya tadi ga ada pembicaraan yang 'hot'. yah, tentunya ada bagian dimana aku salah tingkah pas ketemu sama mantannya si kecil. 'kalah berotot' gitu kata temen-temen, hahahha...yah...cuman bisa nujukkin gigi siungku aja, abis mau gimana, yang namanya salah tingkah ya ga ?
hm..pulangnya, bikin aku berpikir lagi cil, tentang hubungan kita. aku rasa sih memang banyak hal yang harus aku perbaiki dalam diriku, dan aku harap kamu ikutan nemenin aku di proses itu. salah besar, kalo kamu bilang aku dewasa dan nggak butuh siapa-siapa, aku butuh seseorang, aku butuh kamu.
hm..yah, mungkin udah kebanyakan ngomong, tapi masih pengen nambahin apa yang kemaren aku tulis, tapi nggak bisa dikirim karena bloggernya error.
1 april 2004
aku lihat nickname yang ada di Trillian, ga ada orang, yah ada sedikit kekecewaan, abisnya sepi banget, ga ada orang yang bisa diajak chat. akhirnya, buka www.blogger.com , dan menulislah aku disini, sekarang.
sudah hampir satu minggu, tepatnya 6 hari, semenjak hari sabtu, aku nggak nginep di sekret. dateng ke sekret pun cuman hari kamis kemaren, pulang dari seminar cisco, itupun cuman beberapa jam aja. banyak orang tanya, aku lagi kenapa, yah dalam hati aku juga bertanya ada apa dengan diriku ini ? setelah aku lihat lebih jauh lagi, awal mula pikiran anehku ini ada sejak beberapa waktu lalu aku ngomong tentang 'sindrom pra Senior'.
hm...sindrom ini, aku istilahkan pra senior, adalah masa dimana pikiran ini butek, dipenuhin pikiran yang macem-macem, berkaitan dengan jabatan, penerus, tugas yang masih belum selesai, ditambah tanggung jawab yang baru aja dipegang, dan pikiran tentang skripsi. sindrom ini biasa dialami oleh anak-anak BNCC, yang bentar lagi [16 mei] , udah mau lengser dari kepengurusan. pikiran itu ditambah sedikit rasa bahwa, waktu tinggal sebentar lagi, tapi masih banyak yang harus dikerjain. di orang-orang tertentu mungkin ada yang ngerasa, waktu tinggal dikit, tapi kok ngerasa ngga didukung, dan rasanya kok ngga berubah-berubah, padahal udah st, padahal udah rapat, padahal udah coba komunikasi...padah....al......
yah, sebut aja bio, sejak belum kepengurusan, sampe sekarang udah mau ganti kepengurusan lagi, proyek yang satu ini belum kelar-kelar. tiap kali, tulisanku gak jauh-jauh dari proyek satu ini. frans, temen baru yang lagi berusaha buat berhenti 'make' , bikin aku juga jadi lebih mencari tentang tujuan hidup. Death, yang katanya, beberapa waktu lalu udah ketemu dan ngobrol sama salah seorang temen di BNCC. laporan, yang setumpuk, dan ga tau mau kelarin kapan. rak buku sekret, yang udah kebeli, tapi belum ada isinya, belum cukup, menurutku. skripsi, yang udah mulai coding, tapi aku belum bikin proposal, dan cari dosen pembimbing. masalah internal, kepengurusan depan, lengkap dengan isu-isunya, kekecewaan, ketidak percayaan, kesakit hatian, dll....
ketikan keyboarku berhenti sejenak, mikir, dan coba nginget-inget sebenernya apa aja sih yang ngeganggu hatiku buat bekerja, dan mandeg di level berpikir, dan kebanyakan mikir. Mungkin karena aku sebegitu takutnya dibilang sebagai pengurus (dalam hal ini ketua) yang nggak beres, nggak aktif, jarang dateng ke sekret, nggak perhatian, nggak bisa manage, nggak bisa motivasi, nggak misa mimpin, dan masih banyak nggak-nggak lainnya.
ternyata itu 'kepikiran' dan 'jadi tindakan' di diriku. makin sering aku denger keluhan tentang pengurus yang nggak sering dateng ke sekret, karena memang sering banget ada pengurus lain atau aktivis lain yang cerita bertanya, dan nggak jarang ngejudge, makin pengen juga aku untuk nggak menjadi seperti yang dikeluhkan orang-orang disekitarku. makin sering aku denger keluhan tentang ketua, atau senior dalam menjalankan kepemimpinannya, disaat yang sama, aku pengen nggak bertindak mengecewakan, supaya aku nggak dikeluhkan sama pengurus atau aktivis lain, nggak saat ini, nggak juga kelak. makin sering aku denger senior lain, yang katanya menginspirasi, jadi panutan, dikagumi, makin sering juga aku pengen jadi seperti kayak mereka, disebutin namanya pas interview, atau dipake namanya pas mengutarakan pendapat, diacungin jempol, bukan jadi tengah. pengen rasanya namanya disebut-sebut, jadi perbincangan di 'rumpian' anak-anak BNCC, tapi bukan karena kejelekan.
hm..tulisan berhenti sebentar, sehabis makan mie, dan diselingi obrolan tentang kematian sama anak-anak lampung yang memang gila seni, anak dkv 2001 binus yang kost didepan ppa. nulis itu bisa karatan juga yah ternyata. aku ngerasa udah karatan, karena jarang nulis, seminggu ini. seolah-olah harus belajar lagi, dan ngelirik pake mata, dimana letak tuts 'a' , 's' , 'd' , 'f' dll....
yah, perut kenyang, paling enak tidur. besok ujian, tapi belum belajar samasekali. aku juga heran, kenapa ada intonasi kebanggaan, pada saat mau ujian bilang, 'aku belum belajar' dan setelah ujian bilang, 'aku nggak bisa'. mungkin karena itu pendapat orang rata-rata, pada umumnya, jadi biar kita bisa lebih diterima orang lain yang rata-rata dan biasa-biasa aja ? yah mungkin aku harus belajar mengcompile lagi isi hatiku, bukan isi kepalaku, tentunya tanpa melalui 6 tahapan kompilasi. thanks to...
terakhir thanks banget buat quote nya Fany, "Just quote:Hiburan plg bradab&brbudaya bg org modern adlh jika ia dpt mmbaca&sanggup mmhami yg dibcanya,lalu bs mmbagi pmahaman dr yg dibacanya kpd org laen." , buat temen pengajar yang udah nemenin aku tuker pikiran di hari sabtu selepas tekom, thanks banget. buat kuri en golam serta anak-2 bio, thanks berat atas kabar 'baik' nya. buat kostku tercinta, tunggu yah, aku lagi 'cuti' ! ee...bener-bener terakhir, buat si elly kecilku, aku sayang kamu cil . . . p~
aku pake prinsip ekonomi, mungkin aku salah memahami prinsip itu, yah aku ujian terakhir buat MID kali ini, tadi siang, ujian teknik kompilasi, maksudnya aku mulai belajar jam 11 siang, sedangkan ujian jam 1 siang, dan aku mengharapkan hasil sebesar-besarnya, dengan usaha seminimal mungkin. ternyata, hasilnya nggak sesuai dengan prinsip ekonomi yang terkenal itu, atau mungkin aku salah memahaminya.
abis itu sempat ngobrol bentar ama conan dan felix, kebetulan ada andry juga, tentang kepengurusan depan. yah, belakangan emang ada beberapa pemikiran, dan butuh beberapa orang untuk jadi jembatan, untuk jadi motor penggerak.
sebelum itu, ada satu hal yang bisa dibilang sangat menyentuh, tapi pengen bikin ketawa, jadi ada temenku satu, dulu dia kost di PPA juga, pas ketemu, aku liat dia sekarang makin 'gaul', dan dia tanya tentang satu orang ce yang asalnya dari jogja. Dia minta dikenalin, katanya udah nunggu selama 3 minggu, dan penantian itu bener-bener membuatnya menderita, soalnya 2 minggu pertama ini cewek-yang notabene lumayan aku kenal-itu ikut kelas metnumnya temenku itu, ee begitu mau dikenalin pas minggu ketiga, ternyata temenku yang cewek itu ngga ikutan 'nyelundup' lagi ehhehe..jadi ya, dia kayak cacing kepanasan.
awalnya aku sempat heran juga, waktu dia begitu ngebet minta dikenalin. aku aja sampe bingung, mau kenalinnya gimana, abisnya ada request biar dia keliatan agak sedikit cool, dan jaga 'gengsi' atau 'jual mahal' . . . hm..nah loh..jadi malah aku yang deg-deg an, soalnya ngga ngerti mau kenalinnya gimana. sampe-sampe mesti nanya sama si R waktu itu, di depan Hall Syahdan.
yah, buat temanku itu, hm..aku dukung kamu deh. sama kayak donnie, dukung doneeh.com untuk cari donatur !
pulang dari kampus, aku buru-buru ke kamar, dan bersih-bersih dikit yah, minimal sapu-sapu kek, soalnya ada temen pengajar BNCC mau dateng, dan tuker pikiran. ternyata kuri juga dateng, kabar baiknya, dia bilang, "tenang aja ndoch, perkembangan bio bagus kok"
hm..percaya nggak percaya, begitu denger kabar ini, bisa dibilang kabar terindah yang aku denger bukan cuman hari ini, mungkin minggu ini kali ya ?
pembicaraan itu dimulai, pendapatku yang pertama, tentang 'cara' menyampaikan pendapat, atau unek-unek, atau suasana di BNCC, bahwa terkadang, sampe sekarang aku juga nggak tau yang mana yang duluan, entah ayam atau telor, 'someone' dan 'something'. Kadang bisa jadi karena ada 'someone' dulu, baru dia komentar tentang 'something' , kadang juga bisa terjadi karena ada 'something' dulu , baru ada 'someone' yang ambil peranan untuk menyuarakan suasana itu. Jadi aku lebih ngeliat ke 'someone' dan 'something'-nya itu, bukan pada cara, atau kegundahan hati orang banyak tentang bener atau nggaknya cara yang, temenku itu lakukan.
kita jadi ngomongin BNCC, hidup, masa kecil, dan juga tujuan hidup. asik juga, bisa dapetin kepercayaan orang buat ngobrol, berbagi tentang sesuatu yang personal. ke temenku ini, aku juga cerita, bahwa di BNCC aku pernah mengalami 'sensasi' , bahwa aku mau semua orang yang punya masalah , harus dateng ke aku , dan kita bicarain tentang masalah itu. Setelah dipikir-pikir lagi , itu karena aku kemakan hukum 'terlalu' , jadi gini , orang butuh makan, tapi kalo terlalu banyak makan ya bisa muntah , dan kalo nggak makan sama sekali ya nggak bagus juga. intinya sih semua hal yang 'terlalu' banyak itu , kurang bagus, karena nggak balance.
rada maleman dikit, aku cukup dikagetin, dengan pendapat-pendapatnya anak DKV dari lampung, yang kostnya di depan kostku. pribadi yang cukup unik, lagi-lagi pembicaraan kita emang berkisar tentang hidup dan filsafat hidup. sayangnya pembicaraan yang menarik itu harus di stop, karena aku janji buat anterin mbak esti buat ambil motor di gambir.
pulang dari situ, mampir ke sekret bentar, ketemu anak-anak 2003 yang lagi kebersamaan. yah, taun depan kan mereka akan kerja bareng , dan mereka bakal butuh satu hal itu, yang namanya 'kebersamaan' , mungkin bisa dibilang mereka ngga butuh keajaiban , mereka butuh kebersamaan.
ide buat keluarin 'lincak' barunya rings , ternyata sempat membuat suasana juga, sayangnya pembicaraannya kurang terarah, jadi mungkin moment nya bagus, tapi sayangnya tadi ga ada pembicaraan yang 'hot'. yah, tentunya ada bagian dimana aku salah tingkah pas ketemu sama mantannya si kecil. 'kalah berotot' gitu kata temen-temen, hahahha...yah...cuman bisa nujukkin gigi siungku aja, abis mau gimana, yang namanya salah tingkah ya ga ?
hm..pulangnya, bikin aku berpikir lagi cil, tentang hubungan kita. aku rasa sih memang banyak hal yang harus aku perbaiki dalam diriku, dan aku harap kamu ikutan nemenin aku di proses itu. salah besar, kalo kamu bilang aku dewasa dan nggak butuh siapa-siapa, aku butuh seseorang, aku butuh kamu.
hm..yah, mungkin udah kebanyakan ngomong, tapi masih pengen nambahin apa yang kemaren aku tulis, tapi nggak bisa dikirim karena bloggernya error.
1 april 2004
aku lihat nickname yang ada di Trillian, ga ada orang, yah ada sedikit kekecewaan, abisnya sepi banget, ga ada orang yang bisa diajak chat. akhirnya, buka www.blogger.com , dan menulislah aku disini, sekarang.
sudah hampir satu minggu, tepatnya 6 hari, semenjak hari sabtu, aku nggak nginep di sekret. dateng ke sekret pun cuman hari kamis kemaren, pulang dari seminar cisco, itupun cuman beberapa jam aja. banyak orang tanya, aku lagi kenapa, yah dalam hati aku juga bertanya ada apa dengan diriku ini ? setelah aku lihat lebih jauh lagi, awal mula pikiran anehku ini ada sejak beberapa waktu lalu aku ngomong tentang 'sindrom pra Senior'.
hm...sindrom ini, aku istilahkan pra senior, adalah masa dimana pikiran ini butek, dipenuhin pikiran yang macem-macem, berkaitan dengan jabatan, penerus, tugas yang masih belum selesai, ditambah tanggung jawab yang baru aja dipegang, dan pikiran tentang skripsi. sindrom ini biasa dialami oleh anak-anak BNCC, yang bentar lagi [16 mei] , udah mau lengser dari kepengurusan. pikiran itu ditambah sedikit rasa bahwa, waktu tinggal sebentar lagi, tapi masih banyak yang harus dikerjain. di orang-orang tertentu mungkin ada yang ngerasa, waktu tinggal dikit, tapi kok ngerasa ngga didukung, dan rasanya kok ngga berubah-berubah, padahal udah st, padahal udah rapat, padahal udah coba komunikasi...padah....al......
yah, sebut aja bio, sejak belum kepengurusan, sampe sekarang udah mau ganti kepengurusan lagi, proyek yang satu ini belum kelar-kelar. tiap kali, tulisanku gak jauh-jauh dari proyek satu ini. frans, temen baru yang lagi berusaha buat berhenti 'make' , bikin aku juga jadi lebih mencari tentang tujuan hidup. Death, yang katanya, beberapa waktu lalu udah ketemu dan ngobrol sama salah seorang temen di BNCC. laporan, yang setumpuk, dan ga tau mau kelarin kapan. rak buku sekret, yang udah kebeli, tapi belum ada isinya, belum cukup, menurutku. skripsi, yang udah mulai coding, tapi aku belum bikin proposal, dan cari dosen pembimbing. masalah internal, kepengurusan depan, lengkap dengan isu-isunya, kekecewaan, ketidak percayaan, kesakit hatian, dll....
ketikan keyboarku berhenti sejenak, mikir, dan coba nginget-inget sebenernya apa aja sih yang ngeganggu hatiku buat bekerja, dan mandeg di level berpikir, dan kebanyakan mikir. Mungkin karena aku sebegitu takutnya dibilang sebagai pengurus (dalam hal ini ketua) yang nggak beres, nggak aktif, jarang dateng ke sekret, nggak perhatian, nggak bisa manage, nggak bisa motivasi, nggak misa mimpin, dan masih banyak nggak-nggak lainnya.
ternyata itu 'kepikiran' dan 'jadi tindakan' di diriku. makin sering aku denger keluhan tentang pengurus yang nggak sering dateng ke sekret, karena memang sering banget ada pengurus lain atau aktivis lain yang cerita bertanya, dan nggak jarang ngejudge, makin pengen juga aku untuk nggak menjadi seperti yang dikeluhkan orang-orang disekitarku. makin sering aku denger keluhan tentang ketua, atau senior dalam menjalankan kepemimpinannya, disaat yang sama, aku pengen nggak bertindak mengecewakan, supaya aku nggak dikeluhkan sama pengurus atau aktivis lain, nggak saat ini, nggak juga kelak. makin sering aku denger senior lain, yang katanya menginspirasi, jadi panutan, dikagumi, makin sering juga aku pengen jadi seperti kayak mereka, disebutin namanya pas interview, atau dipake namanya pas mengutarakan pendapat, diacungin jempol, bukan jadi tengah. pengen rasanya namanya disebut-sebut, jadi perbincangan di 'rumpian' anak-anak BNCC, tapi bukan karena kejelekan.
hm..tulisan berhenti sebentar, sehabis makan mie, dan diselingi obrolan tentang kematian sama anak-anak lampung yang memang gila seni, anak dkv 2001 binus yang kost didepan ppa. nulis itu bisa karatan juga yah ternyata. aku ngerasa udah karatan, karena jarang nulis, seminggu ini. seolah-olah harus belajar lagi, dan ngelirik pake mata, dimana letak tuts 'a' , 's' , 'd' , 'f' dll....
yah, perut kenyang, paling enak tidur. besok ujian, tapi belum belajar samasekali. aku juga heran, kenapa ada intonasi kebanggaan, pada saat mau ujian bilang, 'aku belum belajar' dan setelah ujian bilang, 'aku nggak bisa'. mungkin karena itu pendapat orang rata-rata, pada umumnya, jadi biar kita bisa lebih diterima orang lain yang rata-rata dan biasa-biasa aja ? yah mungkin aku harus belajar mengcompile lagi isi hatiku, bukan isi kepalaku, tentunya tanpa melalui 6 tahapan kompilasi. thanks to...
terakhir thanks banget buat quote nya Fany, "Just quote:Hiburan plg bradab&brbudaya bg org modern adlh jika ia dpt mmbaca&sanggup mmhami yg dibcanya,lalu bs mmbagi pmahaman dr yg dibacanya kpd org laen." , buat temen pengajar yang udah nemenin aku tuker pikiran di hari sabtu selepas tekom, thanks banget. buat kuri en golam serta anak-2 bio, thanks berat atas kabar 'baik' nya. buat kostku tercinta, tunggu yah, aku lagi 'cuti' ! ee...bener-bener terakhir, buat si elly kecilku, aku sayang kamu cil . . . p~
